Info
  • Meninggalkan Warisan
    Amsal 13:22 Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.
  • Good Idea Vs God's Idea
    Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Pengampunan sebagai gaya hidup (Matius 18:21-35)

seorang supir Truk sedang duduk makan di sebuah restaurant. Sedang asyik-asyiknya dia menikmati makanan nya dan memikirkan bisnisnya, tiba-tiba pintu restaurant dibuka dengan kasar. Dan masuklah beberapa orang gang bermotor ke dalam restaurant ituMereka berjalan menuju ke arah supir Truk dan berkata: ”kami mau pakai meja ini. Supir Truk menjawab dengan kalem: ”Maaf ya mas, saya belum  selesai makan.”. Kemudian pemimpin Gang bermotor itu mengambil cangkir kopi, gula,  dari supir Truk dan meletakkan semuanya di atas piring makanan. Dan berkata:” sekarang kamu sudah selesai”. Bagaimana respon supir Truk ini? Dia bangkit dengan tenang dan berjalan keluar  menuju pintu.  Anggota-anggota gang bermotor langsung mentertawakan supir Truk itu. Mereka berkata :”dia bukan laki-laki, tapi banci. Namun tidak lama kemudian terdengar suara gaduh di luar restaurant. Apa yang terjadi? Ternyata si supir truk menabrak sampai hancur semua motor-motor gang itu dengan truknya yang besar. Kisah ini hanyalah kisah dalam sebuah film.    

Ada sebuah kisah yang lain, kisah nyata, bukan dari film, terjadi tahun 1900 awal. Ketika itu, Turki memimpin pemusnahan orang-orang Armenia. Seorang pemimpin Turki menyerbu ke rumah-rumah orang Armenia. Dia membunuh orang-orang yang lanjut usia. Mengambil wanita –wanita untuk pasukannya dan untuk dirinya. Akhirnya seorang wanita berhasil meloloskan diri. Wanita ini kemudian mengikuti pendidikan menjadi seorang perawat./suster. Ternyata setelah selesai dia ditempatkan di sebuah rumah sakit Turki. Suatu malam , dengan hanya diterangi oleh lentera, dia melihat wajah pemimpin Turki yang jahat itu sedang terbaring sakit parah. Bagaimana respon wanita ini? Dia melakukan semua yang bisa dikerjakannya untuk menolong pria tersebut. Dia terus bekerja dan menolong orang turki itu sampai sembuh. Suatu hari, dokter dan perawat berdiri di samping ranjang orang turki tersebut. Dokter itu berkata seperti ini:”tanpa perhatian wanita ini, kamu sudah lama mati.
Kemudia pemimpin Turki itu memandang  wanita tersebut dan berkata:” “sepertinya kita pernah ketemu”.
“Ya” jawab perawat tersebut: Kita pernah ketemu”.
Lalu jawab orang Turki itu:, “mengapa kamu tidak  membunuh saya?
Wanita itu menjawab: saya seorang pengikut Yesus yang memerintahkan kepada kami:”kasihilah musuhmu.
Apakah perbedaan antara perawat tersebut dengan supir truk yang tadi saya ceritakan? Supir truk tadi bereaksi dengan keras ketika waktu makannya diganggu, ketika dia dilecehkan oleh gang bermotor. Sebaliknya perawat ini meresponi seorang pembunuh dengan cara bekerja  siang dan malam untuk menyelamatkannya dari kematian.
Mari kita jujur  dalam kasus ini. Kita merasakan bahwa pengampunan itu mengagumkan, heroic, bersifat kepahlawanan.Namun kalau kita mau jujur juga, kita merasakan bahwa pembalasan dendam itu nikmat. Kalau kalian nonton film dimana jagoan kita memulai aksinya membalas dendam, wah betapa nikmatnya bukan? Nikmat melihat musuh-musuhnya dihajar dan disiksa satu persatu sampai mampus. Kisah perawat tadi memiliki holy ending (Kisahnya berakhir dengan kekudusan). Tetapi kisah si supir Truk tadi berakhir dengan happy ending, bukan? (berakhir dengan menyenangkan karena si supir Truk bisa membalas dendam kepada gang bermotor tadi).

Kita suka ketika supir truk menghancurkan motor dari gang bermotor yang jahat itu. Kita mengatakan keadilan ditegakkan. Yang jahat harus dibalas dengan yang jahat.
Namun apakah seperti itu? Apakah adil ketika motor yang jumlahnya sekitar beberapa ribu dollar dihancurkan hanya gara-gara jam makan terganggu, atau karena makanan si supir truk dibuang? Tidak adil bukan? Harga motor yang sangat mahal kalau dibandingkan dengan makanan maka harga makanan tidaklah seberapa. Tetapi si supir truk sudah membalas dengan lebih dahsyat.

Ada orang yang  tidak bisa tahan disakiti oleh sesamanya. Sekali disakiti langsung dibalas. Namun ada juga yang cukup tahan sampai, 2 kali baru dia balas sekali, dengan sekali pembalasan yang dahsyat.  Sehingga ada pepatah orang dunia: kalau kamu baik sama saya, saya akan 100 kali lebih baik kepadamu, tetapi kalau kamu jahat kepada saya maka saya akan 1000 kali lebih jahat terhadap kamu.
Dalam pandangan Rabi-rabi Yahudi, pengampunan cukup diberikan sampai 3 kali.  Dalam Yoma 86b:” Jika seseorang melakukan pelanggaran, maka pertama, kedua dan ketiga dia boleh diampuni, tetapi pada kali yang ke empat tidak lagi diampuni. Jadi orang Yahudi memberikan batasan, sampai 3 kali kamu boleh membuat saya jengkel, marah, sakit, menderita, tapi kali ke empat saya tidak akan tinggal diam, saya tidak bisa lagi mengampunimu, saya akan balas, dan pasti pembalasannya lebih  keras, sebab dendamnya sudah disimpan cukup lama.
Petrus terlatih di dalam hukum dan tradisi Yahudi. Dari Tradisi Yahudi, dia mengetahui bahwa  mengampuni sesama ada batas sampai 3 kali. Petrus tahu tugasnya. Petrus telah belajar tentang pentingnya pengampunan, dan dia menyadari bahwa dia harus mengampuni saudaranya. Namun muncul suatu pertanyaan di dalam dirinya, bagaimana pendapat Yesus tentang pengampunan, apakah ada batas di dalam memberikan pengampunan? Apakah cukup 3 kali atau mesti 7 kali saya mengampuni? Sampai mana batasnya saya bersabar dan memberikan pengampunan? Sampai kapan saya bisa membalas dendam? Petrus bertanya :” Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai 7 kali? Ketika Petrus mengatakan 7 kali, dia sudah melipatgandakan sebesar 2 kali lipat dari aturan rabi-rabi Yahudi. Petrus merasa kalau pengampunan diberikan sebanyak 7 kali, maka itu sudah cukup, karena sudah melebihi apa yang dikatakan oleh rabi-rabi Yahudi. Petrus  berharap bahwa Yesus akan menjawab: Ya petrus cukup sampai 7 kali kamu mengampuni saudaramu.”  Tetapi jawaban Yesus tidak seperti yang dia harapkan:   Yesus berkata:  saya beritahukan kepadamu, bukan 7 kali tetapi 77 kali 7. NIV:: 77 kali. LAI: 70 kali 7 kali.
Ketika Yesus menjawab sampai tujuh puluh kali tujuh kali, bukan berarti, bahwa kita dianjurkan untuk menunggu dan menghitung kesalahan orang lain sampai angka 77 kali, dan setelah orang tersebut bersalah yang ke 78 kali barulah kita mengadakan pembalasan. Bukan itu maksud Tuhan Yesus. Pengampunan itu bukan hitungan matematika. Bagi Yesus pengampunan itu sepenuh hati dan sifatnya konstant.Pengampunan itu tidak ada batasnya, tidak terhingga. Dan karena itu, orang kristen harus terus mengampuni dari hari lepas ke sehari. Tidak pernah bosan mengampuni. Tidak pernah berhenti mengampuni. Pengampunan itu seperti makanan sehari-harinya. Atau dengan kalimat yang lebih keren:  PENGAMPUNAN ADALAH WAY Of LIFE ATAU CARA HIDUP ORANG KRISTEN.
Pembalasan dendam bukanlah way of life atau bukan cara hidup dari murid-murid Yesus. Yesus menegaskan pengajarannya ini dengan memberikan perumpamaan. Yesus memberikan perumpamaan bahwa hal kerajaan surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Kata hamba yang digunakan bukanlah berarti budak. Kata hamba memang biasa dipakai untuk orang-orang yang melayani raja.  Hamba-hamba yang dipanggil menghadap adalah mereka yang memiliki jabatan tinggi. Pada saat itu, raja memanggil mereka dengan maksud mengadakan perhitungan atas uang yang telah dipinjamkannya kepada mereka. Kemudian dihadapkanlah seorang yang berhutang 10.000 talenta. Kata dihadapkan ini memberikan kepada kita kesan bahwa orang tersebut mencoba menghindar dari pengadilan raja atau dia telah ditahan sebelumnya karena hutang-hutangnya tersebut sebelum pengadilan di gelar. Hutangnya berjumlah 10.000 talenta, uang yang sangat besar jumlahnya. Mungkin hamba ini seorang pejabat tinggi yang dipercaya mengelola uang yang sangat besar. Dan diduga bahwa dia adalah pemungut pajak petani di daerah yang kaya. Hutang sebesar 10.000 talenta adalah sebuah jumlah yang tak ada taranya. 10.000 talenta berarti tak terhitung, tak terbatas, tak terbilang. Dalam Greek English Lexicon,  jumlah 10.000 telanta besarnya sekitar beberapa juta dollar.  Lebih jauh lagi Telanta pada zaman itu satuan yang paling besar dalam sistem pembayaran. Sebagai perbandingan, Herodes  setiap tahunnya memiliki penghasilan dari seluruh kerajaannya sekitar 900 talenta. Kalau Herodes setiap tahunnya memiliki penghasilan 900 talenta, sedangkan orang ini berhutang 10.000 talenta, berarti , hamba ini memiliki hutang yang sangat dahyast. Kita tidaklah diberitahu, apa yang telah dia lakukan dengan uang tersebut. Kita tidak tahu mengapa jumlah uang yang sangat besar itu, bisa habis, apakah dia berfoya-foya atau istrinya memboroskan, kita tidak tahu. Hal tersebut tidak penting, yang penting dia telah berhutang dalam jumlah yang sangat besar. Pada hari itu, dia menyadari bahwa dia tidak bisa membayar hutang tersebut.Hamba tersebut karena tidak dapat membayar hutang-hutangnya, maka dia dan keluarganya serta harta miliknya akan dijual. Kelihatannya tidak fair, mengapa anak dan istri juga mesti dijual. Pada zaman itu, karena anak dan istri adalah milik dari hamba tersebut, dan hamba itu sendiri telah dijual, maka berarti secara alamiah, seluruh miliknya termasuk anak dan sitrinya juga turut terjual.  Hamba ini berhutang sangat besar, maka dia harus juga membayar dengan hukuman yang sangat besar. Penjara sudah dikenal pada zaman Roma Yunani. Penjara selain menahan jangan melarikan diri, juga memberikan kesempatan buat kerabatnya untuk menebusnya dari penjara dengan membayar lunas hutang-hutangnya. Jadi ketika dirinya dan keluarga nya dijual, maka itu sudah merupakan hukuman yang adil. Semua ini merupakan bencana bagi hamba tersebut. Hutang yang sangat banyak, serta semua harta benda miliknya dijual,  maka tidak ada kesempatan lagi  bagi dia untuk bebas. Segala sesuatu telah hilang. Keadilan sudah tidak berguna lagi baginya. Walaupun pun dia mencari pengacara yang hebat, dia tetap terjerat oleh hukum keadilan yang ditimpakan atas dirinya. Hal yang paling dia butuhkan saat ini adalah kemurahan. Kemudian dia bersujud dan menyembah. Dia minta keringanan dengan segala upayanya. Raja menaruh belas kasihan kepada hamba tersebut. Hati raja tergerak oleh belas kasihan. Kalau pada mulanya, raja ini hendak melemparkan orang tersebut ke dalam penjara, tetapi sekarang hatinya tergerak oleh belas kasihan dan memberikan pengampunan buat hamba tersebut. Raja ini melakukan lebih dari yang diminta oleh hamba itu. Hamba tersebut, meminta  waktu untuk melunasi hutangnya, walaupun tidak mungkin dia mampu membayar hutangnya, tetapi raja menghapus semua hutangnya. Dia membebaskan orang itu dari penjara dan meghapuskan hutang-hiutangnya. Raja tidak memberikan syarat untuk penghapusan hutang nya dan juga tidak ragu-ragu.  Penghapusan hutang diberikan sebagai suatu anugerah.
Hamba ini ternyata juga memiutangi orang lain sebesar 100 dinar.  Satu dinar adalah koin perak Romawi, biasa dipakai untuk membayar upah sehari kerja.  Untuk mendapatkan 100 dinar, seseorang harus bekerja selama 100 hari, Memang tidak bisa dianggap remeh, namun bila dibandingkan dengan hutang hamba pertama ini yang jumlahnya 10.000 Talenta, maka 100 dinar itu sangat jauh lebih kecil daripada 10.000 talenta= 6.000.000 dinar. Namun hamba yang jahat ini dengan antusias menagih hutangnya kepada temannya, ditangkap sampai dicekik. Seperti seorang Preman yang sedang menagih hutang. Kawannnya pun memohon belas kasihan kepada hamba yang pertama ini. Kita tentu berharap hamba ini bersedia membebaskan juga hutang temannya, namun ternyata dia bertindak sebaliknya. Dia menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai hutang-hutangnya dilunasi. Temannya yang dipenjarakan ini tentu tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh uang, maka harapannya menjadi suram. Disini Yesus menggambarkan kepada kita, sebuah contoh betapa mengerikannya hati yang tidak mau mengampuni. Betapa menyedihkan hati yang tidak memiliki rasa terima kasih kepada yang sudah mengampuninya.
Raja itu, ketika mendengarkan apa yang terjadi, sangatlah marah.  Maka raja itu memanggil hamba yang jahat itu dan berkata kepadanya, “Hamba yang jahat! Seluruh utangmu sudah kuhapuskan hanya karena engkau memohon kepadaku. Bukankah engkau pun harus menaruh kasihan kepada kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Hamba yang jahat ini gagal menjadikan pengampunan sebagai cara hidupnya, padahal dia baru saja menerima pengampunan yaitu pembebasan hutang. Hatinya tidak tersentuh oleh kemurahan raja yang telah diterimanya. Dan karena hatinya tidak tersentuh, maka cara hidupnya juga tidak berubah. Dia lebih suka menuntut keadilan daripada mengampuni, padahal dia sudah dibebaskan dari pengadilan.
Anugerah Allah yang diberikan buat saudara demikian besarnya, tidak bisa dihitung, Begitulah juga seharusnya pengampunan yang saudara berikan kepada sesamamu. Suatu Pengampunan yang juga tidak terbatas. Pengampunan yang sudah menjadi gaya hidup mu Kalau saudara perhatikan di film, film itu selalu menonjolkan pembalasan dendam. Itu dilakukan karena balas dendam sudah menjadi way of life orang-orang dunia. Balas dendam dianggap alami oleh orang-orang dunia. Sedangkan pengampunan dianggap tidak alami. Kita sudah mengalami sesuatu yang tidak alami, yaitu pengampunan dari Allah. Untuk itu, Allah tidak mau kalau kita menjalani hidup ini dgn cara yang alami, yaitu balas dendam. Allah ingin kita menjalani hidup ini dengan cara supranatural , menjadikan pengampunan sebagai way of life dalam hidup saudara. Cara supranatural ini tidak akan dapat dilakukan oleh orang-orang dunia. Hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah mengalami kasih Kristus.
Perumpamaan tentang pengampunan ini letaknya di dalam alkitab seperti sandwich. Perumpamaan ini diapit oleh dua topik pengajaran Yesus. Pertama sebelum perumpamaan ini Tuhan Yesus membahas tentang menasihati sesama saudara. Dan setelah perumpamaan pengampunan Tuhan Yesus membahas tentang perceraian. Kedua topik ini, yaitu hubungan dengan saudara-saudara seiman dan hubungan suami istri membutuhkan pengampunan. Seberapa tegang hubungan saudara dengan rekan-rekan di gereja? Seberapa tegang juga hubunganmu dengan istri atau suami/anak? Apakah sudah sampai tahap hendak bercerai? pemecahannya hanya terletak pada pengampunan. Dari penelitian yang dilakukannya, seorang ahli menyimpulkan bahwa dalam kehidupan rurmah tangga, pada tahun pertama laki-laki bicara dan fihak perempuan yang mendengarkan. Pada tahun kedua wanita yang bicara dan fihak laki-laki yang mendengarkan. Pada tahun ketiga kedua suami istri sama-sama bicara, dan tetangga yang mendengarkan. Pertengkaran pasti timbul  dalam suatu rumah tangga. Sudah berapa kali suami menyakiti ibu-ibu. Sudah berapa kali istri saudara menyakiti saudara? Sudah 10 kali? Berapa kalipun saudara disakiti oleh pasanganmu, saudara tetap harus mengampuni. Bahkan sampai mati pun saudara tetap mengampuni, kalau pengampunan adalah cara hidup saudara. Hubungan suami istri akan pulih dan tidak perlu berakhir dengan perceraian jika ada pengampunan. Tidak perlu menunggu orang lain yang memulai. Kalau memang pengampunan adalah way of life kita maka kitalah yang memulai untuk mengampuni. Dunia yang berdosa, yang sering menyakiti orang lain, membutuhkan orang-orang kristen yang memiliki pengampunan sebagai  way of life nya. Jika saudara tidak bersedia mengampuni saudara-saudaramu, dan terus hidup dalam kebencian  maka saudara akan kesulitan hidup di dalam dunia ini. Kebencian kita terhadap orang lain akan menghabiskan komponen oranganik otak yang dikenal sebagai serotonin dan noradrenaline. Kehilangan zat ini bisa menyebakan depresi. Tengah malam akan terbangun dan sulit tidur lagi, mengalami gangguan konsentrasi dan memori, merasa lelah sepanjang hari, sakit kepala, menurunnya berat badan.  Kebencian yang terus dipupuk akan menyebabkan menurunnya antibodi, mudah terkena infeksi, bisa stroke.  Jika depresi terus berkepanjangan dan terus ada kebencian thd orang lain, maka orang itu akan melakukan bunuh diri. Jika saudara tidak bisa mengampuni, atau cara hidup yang penuh dgn pengampunan tidak saudara miliki maka saudara juga akan mengalami kesulitan dalam hubunganmu dengan Tuhan. Kita perhatikan bagian akhir dari perumpamaan Yesus. Ketika mendengar bahwa hamba yang telah dihapuskan hutangnya itu, tidak mau mengampuni kawannya yang berhutang 100 dinar, maka Raja itu sangat marah. Hamba yang jahat itu dimasukkannya ke dalam penjara sampai ia melunasi semua utangnya.” Dan karena hutangnya sangat besar, ini berarti dia tidak akan pernah keluar dari penjara itu. Hamba yang jahat ini tidak berhak mendapat lagi anugerah. Karena dia menolak untuk mengampuni kawannya. Saudara yang menolak memberikan pengampunan buat orang lain. Saudara tidak akan bisa mengucapkan doa Bapa Kami.Bukankah isi doa bapa kami bunyinya seperti ini :”ampunilah kami seperti kami telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Bagaimana mungkin saudara bisa mengucapkan doa Bapa kami dengan sungguh-sungguh jika masih ada orang yang belum bisa saudara ampuni. Ibadahmu juga akan terhalang, jika masih ada ganjalan dalam hatimu dengan saudaramu. (Mat 5:23). Doa mu akan terhalang, jika saudara tidak hidup bijaksana dengan istrimu (I Petr 3:7) Jadi setiap orang yang telah mengalami pengampunan harus siap untuk mengampuni orang lain yang berhutang kepadanya dan dia harus melakukannya dengan segenap hatinya. Untuk menjelaskan kebesaran kasih pengampunan  Allah, maka hal itu harus direfleksikan di dalam kehidupan kita. Apabila kita mengampuni orang lain , maka itu dapat menjelaskan kasih,  pengampunan  dari Allah yang sudah diberikan kepada kita.