Info
  • Meninggalkan Warisan
    Amsal 13:22 Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.
  • Good Idea Vs God's Idea
    Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Integritas

1 Sam 13:14; Kisah 13;22; Mazmur 78: 72
PENDAHULUAN
Pria dan wanita yg berkenan di hati manusia mudah kita temui. Tetapi orang yg berkenan di hati Allah sulit di cari. Apakah itu hidup yang berkenan kepada Allah?  Apakah hidup yang berkenan di hati Allah berarti hidup yg tanpa dosa? Apakah orang yang berkenan di hati Allah tidak memiliki kekurangan-kekuarangan? Bukan, org yg berkenan di hati Allah bukannya orang yang tanpa dosa, bukannya orang yang sempurna.
Daud adalah orang yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan, namun dia disebut sebagai orang yang berkenan di hati Allah? Apakah yg membuat seseorang berkenan di hati Allah. Salah satu hal yang membuat Daud berkenan di hati Allah adalah dia memiliki integritas.  Mazmur 78:71-72 Dari tempat domba-domba yg menyusui didatangkanNya dia, untuk menggembalakan Yakub, umatNya, dan Israel, milikNya sendiri. Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya
Sifat apakah yg dimiliki oleh Daud yg membuat dia dikenan oleh Allah? Dari ayat tadi, Mazmur 78, ada dua hal yang dimiliki oleh Daud. Apakah itu? Ketulusan hati dan kecakapan tangan (keterampilan)

Daud memiliki kemampuan memimpin bangsa Israel. Namun hal yang paling penting yang dimiliki Daud adalah ketulusan hati.
Apakah itu ketulusan hati? NIV: Mazmur 78: 72 And David shepherded them with integrity of heart; with skillful hands he led them. NKJ: Mazmur 78: 72 So he shepherded them according to the integrity of his heart, and guided them by the skillfulness of his hands. Karakter yang dimiliki oleh Daud sebelum menjadi pemimpin dan selama menjadi pemimpin adalah dia berintegritas
Apa itu integritas? Integritas adalah keadaan saudara ketika tidak ada orang yang melihatnya. Artinya saudara benar-benar jujur. Dengan kata lain, apa yang nampak diluar sama dengan apa yang ada di dalam hati saudara.. Apa yang saudara katakan, sama dengan apa yang ada di hati saudara. Tidak ada kemunafikan.
Saya akan beri contoh, sebuah kisah nyata. Seorang Pendeta pernah bercerita tentang kisah pemilihan majelis di gereja. Setelah melalui proses pemilihan yang cukup seru maka terpilihlah 10 orang untuk menjadi majelis dalam periode yang baru. Lalu tibalah mereka pada acara pemilihan ketua majelis. Hampir semua majelis yang baru terpilih mendesak seorang bapak, katakanlah bapak A, untuk menjadi ketua majelis. Tetapi berulang kali bapak A berkata: “Jangan saya tidak bisa, saya tidak pantas, sungguh jangan saya tidak mau. Akhirnya, pemilihan ketua majelis diadakan dengan cara setiap orang menulis di selembar kertas kecil sebuah nama yang difavoritkan untuk menjadi ketua. Setelah 10 orang majelis itu selesai menulis dan kertas dikumpulkan, kemudian nama-nama di kertas itu dibacakan dan hasilnya ditulis dipapan tulis.Ternyata dugaan semua orang tidak meleset, dari kertas pertama sampai kertas kesembilan nama yang tertulis adalah nama bapak A. Semua orang tertawa dan menyalaminya. Bapak A menjadi rikuh dan berkali-kali berkata: “Jangan, jangan saya orang lain saja. Saya tidak mau! Ketika orang sedang sibuk menyalaminya, sang pendeta berkata: “Coba bukalah kertas yang terakhir? Semua orang tenang kembali, kemudian kertas kecil itu dibuka dan nama yang terakhir itu adalah juga nama bapak A. Itu berarti bahwa bapak A telah memilih dirinya sendiri
Semua orang menjadi bingung dan bertanya-tanya tentang diri bapak A, “mengapa yang dikatakan oleh bapak A berbeda dengan yang tersimpan di dalam hatinya?” Bapak A ini tidak punya integritas.  Apa yang ada dimulut berbeda dengan yang ada dihati. Dengan kata lain, “mengapa citra yang diberikan oleh bapak A kepada orang-orang di sekelilingnya berbeda dengan integritas yang ada di dalam dirinya.”
Daud melakukan pekerjaannya dengan penuh integritas. Dia tidak munafik. Apa yang nampak di luar sama dengan apa yang ada di dalam hatinya. Dia benar-benar jujur. Daud tdk bermain sandiwara untuk menunjukkan bahwa dirinya baik. Dia memang baik. Alkitab mengatakan dia memiliki integritas. Banyak orang yg berpendapat seperti ini :” yang penting adalah kesan yang bagus, hanya itu yang penting. Namun kalau saudara mempunyai filosofi yang seperti itu, saudara tidak akan pernah menjadi anak Allah.
Kita tidak dapat mengelabui Yang Mahakuasa.. Allah tidak terkesan dengan penampilan luar. Allah selalu terpusat pada kualitas bagian dalam….dimana ini membutuhkan waktu dan dispilin untuk mengolahnya. Ketika Samuel memilih calon raja Israel untuk menggantikan Saul, Samuel tertarik dengan Eliab yang parasnya ganteng, tubuhnya tinggi besar, tetapi TUHAN berkata kepadanya,” “jangan pandang parasnya atau perawakan yg tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yg dilihat Allah; manusia melihat apa yg ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1 Sam 16:6,7)
Kemudian Abinadab, Syama dan yang lainnya juga ditolak oleh Tuhan, mengapa? Karena Tuhan tidak dapat dibujuk dgn penampilan luar, Tuhan melihat hati. Dan kualitas ini ada pada anak bungsu Isai, yaitu Daud. Sehingga Daud disebut sebagai orang yg berkenan di hati Tuhan sebab Daud memiliki kualitas spritual yg dalam, memiliki integritas. Orang yg berkenan di hati Tuhan, yg punya kualitas spiritual mendalam pasti dicari Allah untuk menduduki jabatan kepemimpinan dimanapun itu
Apa yang saudara kejar saat ini? Keberhasilan di dalam karier, studi, pekerjaan? Kita berusaha keras meningkatkan citra kita didepan manusia. Kita bekerja keras agar citra kita naik, sehingga mendapatkan penghargaan dari manusia. Kita belajar keras supaya citra kita naik, sehingga disanjung oleh orang-orang. Kita mungkin melayani dengan sungguh-sungguh dan dengan motivasi supaya citra kita naik di mata orang lain. Namun semua citra yang hebat itu tidak ada gunanya kalau integritas kita tidak dibangun. Semua itu akan hancur
Banyak orang yang hebat, berhasil; di mata dunia, dihormati di masyarakat, tetapi karena tidak punya integritas./kerohanian yang mendalam akhirnya hidupnya hancur, menjadi lesbian, homoseks, koruptor,, melahap org lain, menindas, rakus dll
Sangat menyedihkan, saat ini banyak orang yg berusaha lebih keras membangun citranya daripada membangun integritas mereka. Dengan kata lain, banyak sekali manusia bahkan orang Kristen yang berusaha sangat keras membangun penampilan luarnya daripada membangun kualitas rohaninya. Mereka merasa lebih dihargai kalau pakai barang-barang yg bermerek. Ini lebih diperhatikan daripada kualitas rohani mereka
Semua benda-benda mahal yang kita pakai, penampilan kita yang keren tidak ada gunanya, kalau kita tidak memiliki integritas
Tuhan Yesus mengecam dengan keras orang yg tidak punya integritas. Yesus mengatakan : “celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Fairis, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu berihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerasukan. Hai orang Farisi yg buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
Kata celakanlah mengandung arti : ” kemarahan dan juga kedukaan. Tuhan Yesus geram dan juga sedih melihat kehidupan rohaniawan saat itu. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat berusaha menjaga penampilan luar mereka, nama baik mereka, kehormatan di mata publik. Namun sayang sekali, mereka hanya memoles bagian luarnya, bukan bagian dalamnya.
“Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih,”
Tuhan Yesus menyamakan para rohaniwan, pelayan Tuhan itu dengan orang buta yang tidak pernah melihat wajahnya sendiri di dalam cermin. Mereka disibukkan dengan imajinasi akan reputasi diri mereka, tetapi tidak mau introspeksi diri dan menyadari realita yang ada.
Namun demikian, di sini Yesus memberikan satu prinsip “kebangunan” untuk para pemimpin itu, yaitu bereskanlah yang di dalam lebih dahulu, yang tidak kelihatan oleh mata orang lain, maka yang di luar dengan sendirinya akan mengikuti.
Di cina kuno orang menginginkan rasa aman. Mereka takut dgn orang bar-bar dari utara. Untuk itu orang-orang Cina membangun tembok besar
  • Tembok itu begitu tinggi shg mereka yakin tidak ada seorang pun yg bisa memanjatnya
  • Dan tembok itu juga demikian tebal sehingga tidak ada apapun yang dapat mendobraknya
  • Mereka merasa sangat aman dengan tembok tinggi dan tebal itu
  • Namun dalam seratus tahun pertama sejak adanya tembok, Cina diserang tiga kali
  • Orang Barbar ini tidaklah memanjat tembok dan juga tidak menjebol tembok
  • Mereka hanya menyuap penjaga pintu gerbang dan kemudian masuk berbondong-bondong ke dalam kota
Kita lihat, bahwa orang-orang Cina begitu sibuk membangun tembok batu, sehingga lupa mengajarkan tentang integritas kepada penjaga-penjaga tembok
Walaupun temboknya hebat tetapi kalau penjaga nya tidak punya integritas apa gunanya, mereka bisa disuap. Demikian juga dengan gereja, jikalau para pemimpin, pelayan dan jemaat tidak punya integritas, APA GUNANYA? Kesaksian kita akan ditertawakan, injil akan dicemooh karena pelayan-pelayannya bobrok. Yudas memiliki penampilan hebat, dia murid Tuhan Yesus, dia seorang bendahara, pasti dia seorang ahli keuangan, tetapi karena tidak punya integritas/rohani yg mendalam, maka diapun menjual Tuhan Yesus
Satu saja murid yang tidak punya integritas, sudah bisa menjual Tuhan Yesus. Akibat dari pelayan yang tidak memiliki integritas, sangat parah dan merusak pekerjaan Tuhan. Selain merusak pekerjaan Tuhan, orang yang tidak punya integritas juga merusak dirinya sendiri. Hester H. Cholmondelay mengatakan :” ketika Yudas menjual Yesus 30 keping perak, maka sesungguhnya Yudas bukan menjual Yesus, melainkan dia menjual dirinya sendiri. Dia menjual kerohaniannya
Kalau kekayaan kita hilang, maka tidak ada yang hilang. Sebab kita lahir tanpa membawa apa-apa. Ketika kesehatan hilang, maka sesuatu hilang. Namun ketika watak hilang, maka segala-galanya hilang Orang Farisi dan ahli Taurat, sudah kehilangan watak. Rohani yg baik. Ini berarti mereka sudah kehilangan segala-galanya
Jika saudara sudah kehilangan spiritualitas yang mendalam, maka saudara sudah kehilangan segala-galanya. Tidak ada lagi yg dapat diharapkan dari saudara
Kita perlu segera datang kpd Yesus supaya yg bagian dalam ini dibereskan. Yesus mengatakan bereskan yg dalam dulu, maka bagian luar akan dengan sendirinya mengikuti.
Hati adalah pusat dari kehidupan batin seseorang, dimana seluruh kekuatan dan fungsi spiritual berasal. Hati adalah pondasi dibangunnya integritas. Bagi Allah hati seseorang merupakan standar ukuran dari pelayannnya.  Allah menilai hati bukan luar atau prestasi. Untuk itu Daud disebut sebagai orang yg berkenan di hati Allah. Sebab Daud memiliki spritualitas yg mendalam. Dan karena Daud memiliki Spiritualitas yg mendalam , maka dia siap untuk menduduki posisi kepemimpinan. Jika kita memiliki spiritualitas yg mendalam, maka kita memiliki segalanya, sebaliknya jika tidak punya spiritualitas mendalam, kita kehilangan segala-galanya
Sebelum Daud menjadi seorang raja Israel, dia adalah seorang gembala domba. Dia sering berada di dalam kesendirian, hanya bersama domba-dombanya. Selama bermalam-malam dia dia duduk sendirian dibawah bintang-bintang. Dia juga sendirian merasakan tiupan angin yg kencang. Sendirian merasakan panas matahari. Selain sendirian, Daud juga tidak dikenal oleh banyak orang. Dia hanya dikenal oleh domba-dombanya. Sebagai seorang penggembala,. Daud juga harus tahan mengerjakan pekerjaan yg monoton, rutinitas, yang tidak menarik, tidak penting. Namun walapun pekerjaannya monoton, tidak terkenal, tidak dilihat oleh orang lain, Daud tetap setia dan berintegritas dalam melakukan tugas-tugasnya ini
Daud memberikan kesaksian: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang yg menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya (1 Sam 17: 34-35)
Dari kesaksiannya ini, saya ingin bertanya, Pria seperti apakah Daud ini?  Dia adalah seorang Pria yg bertanggungjawab ketika tidak ada orang yg melihatnya. Siapa yang melihat dia membela mati-matian domba-dombanya? enggak ada. Orang yang memiliki integritas itu seperti ini. Walaupun tidak ada yang mengawasi, melihatnya, mereka tetap melakukan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab.  Daud sudah setia dalam perkara yang kecil yaitu menjaga domba-domba ayahnya, menyelamatkan mereka dari mulut singa dan beruang. Sehingga ketika datang perkara yg lebih besar, yaitu Goliat menantang Israel, maka Daud sudah siap dan mampu menghadapinya
Didalam perkara-perkara kecillah membuktikan bahwa kita mampu menghadapi perkara-perkaran yang lebih besar. Kalau saudara memiliki cita-cita yg tinggi, maka saudara harus memelihara kebiasaan untuk melakukan perkara-perkaran kecil dengan baik dengan penuh integritas. Jika sdr sudah belajar melakukan perkara-perkara kecil dengan baik, maka kata Charles Swindoll, pada saat itulah Allah akan memasukkan besi ke dalam tulangmu
Kita saat ini mungkin melakukan tugas-tugas yg rutin yg kelihatan tdk penting, tidak terkenal. Semua ini merupakan sebuah ujian bagi saudara, apakah bisa lulus dan melakukan dengan baik. Kalau saudara melakukan dengan bertanggungjawab wlp tidak ada yg melihat, maka itu berartu saudara siap melakukan tugas-tugas yg lebih besar yg dipercayakan Allah
Namun kalau yg kecil-kecil saja kita tidak becus melakukannya., tidak setia karena tidak diawasi, maka kita juga tidak akan becus melakukan perkara-perkara yang lebih besar dan tidak akan dipercayakan perkara-perkara yang lebih besar. Ini berlaku baik di dalam pekerjaan ataupun didalam pelayanan kita. Daud berkenan di hati Allah, karena Daud setia melakukan pekerjaannya yang rutin, tidak terkenal. Daud berkenan di hati Allah, karena Daud memiliki integritas walaupun tidak ada orang yang mengawasi atau melihatnya. Mazmur 89:21 menuliskan:” DipilihNya Daud, hambaNya, diambilNya dia dari antara kandang-kandang kambing domba.
Allah berkenan kepada Daud bukan karena Daud itu punya banyak Talenta atau banyak karisma, atau karena memiliki pengaruh yg besar. Daud tidak punya pengaruh yang besar ketika dia dipilih untuk menjadi raja Isarel. Dia hanyalah seorang gembala domba.. Allah tidaklah peduli dengan catatan prestasi yg mengesankan. TUHAN lebih peduli dengan Karakter.
Apakah sdr punya hati seorang hamba? Mentaati Allah, punya srpitualitas yg mendalam, punya integritas? Melayani/bekerja dengan setia dan berintegriats? Inilah Daud. Dia memiliki spirtualitas yg dalam Iitulah sebabnya Daud berkenan di hati Allah
Bagaimana dengan kita ? apakah kita juga adalah orang yang berkenan di hati TUHAN. Daud bukan orang yg sempurna, dia punya banyak kelemahan, tetapi Allah melihat dia sebagai seorang yang berkenan di hatiNya.
Allah sedang mencari orang yang berkarakter, seorang yang hatinya benar dihadapan Allah. Allah tdk tertarik pada tinggi tubuh seseorang, tetapi kepada kebesaran jiwanya.
Kalau kita sudah ada di hatiNya Allah, maka berkat yg mengejutkan akan diberikan Allah. Coba perhatikan proses pemilihan raja di rumah Isai. Samuel sudah melihat semua anak Isai, dan tidak ada satupun yang berkenan di hati Tuhan.  Kemudian Samuel bertanya kepada Isai :” Inikah anakmu semuanya? Jawabnya: ”masih tinggal yg bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.”

Kata Samuel kepada Isai:”Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan sebelum ia datang ke mari. (1 Sam 16:11). Rupanya dalam proses mencari raja di rumah Isai ini, ada anak yang sengaja dilupakan yaitu Daud. Isai tidak mencalonkan anaknya yang bungsu yaitu Daud, sebagai raja. Isai sengaja melupakan Daud. Isai hanya melihat Daud tidak lebih dari seorang penjaga domba. Makanya Daud tdk diikutkan dalam pemilihan raja.
Namun walaupun manusia lupa, tetapi Allah tetap ingat. Kalau kita sudah ada dihatiNya Allah, maka walaupun manusia melupakan kita, Allah tetap ingat kita. Walaupun manusia melupakan Daud, tetapi Allah tetap ingat Daud. Allah di dalam kedaulatanNya memimpin Samuel sehingga menemukan Daud dan mengurapiNya menjadi raja. Daud diurapi menjadi raja bukan oleh keputusan seorang nabi besar seperti Samuel.. Tetapi semuanya oleh karena kedaulatan yg penuh dari Allah.
Allah ingat kepada orang-orang yg seperti Daud, orang-orang yg berintegritas. Keunikan Daud menjadi nyata, ketika tak satupun diantara ketujuh saudaranya yang kualifaid di mata Allah.
Kita melihat bahwa jabatan yang mencari Daud, bukan Daud yang mencari jabatan. Orang yang berkenan di hati Allah tidak perlu mencari jabatan, jabatan yang akan mencari kita.. Allah sedang mencari orang-orang yang seperti Daud untuk diberikan tanggungjawab yang besar dalam segala bidang, baik itu di gereja maupun di masyarakat
  • Yeh 22:30 Aku ,mencari ditengah-tengah mereka seorang yang hendak..mempertahankan negeri ini
  • Yer 5:1 lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah….apakah kamu dapat menemui seseorang…….yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu
Baik kitab suci maupun sejarah Israel dan sejarah gereja membuktikan, bahwa jika Allah mendapatkan seseorang yang sesuai dengan persyaratan rohaniNya, yang rela untuk membayar seluruh biaya pemuridan, maka Ia akan memakai dia sepenuhnya meskipun orang itu penuh kekurangan. Orang-orang seperti ini adalah Musa, Gideon, Daud, Martin Luther, John Wesley, William Carey.
Kita seringkali lupa bahwa gereja kita, bangsa kita membutuhkan orang-orang Kristen yang berintegritas seperti Daud. Saat ini kita kurang orang-orang yang rohani dan kuat. Dan kurangnya orang-orang yang seperti ini merapakan suatu gejala penyakit yang mencekam.
Didalam dunia yang sedang bergejolak ini suara orang kristen sudah tidak terdengar. Orang Kristen hanya ramai, bersemangat di gereja, tetapi tidak ada suara kesaksian, tidak ada teladan. Tidak kualifaid oleh Tuhan. Tujuh orang saudara Daud, kelihatan hebat secara fisik, namun dianggap tidak memenuhi syarat untuk diberikan tanggungjawab yang besar.
Allah mencari dan mengingat orang-orang Kristen yg kualifaid. Walaupun seringkali kita lupa bahwa saat ini kita membutuhkan orang-orang Kristen yg seperti Daud, namun Allah tetap ingat. Tuhan sedang mempersiapkan kita disini untuk menjalani masa depan kita. seperti Daud yg sedang dipersiapkan dipadang penggembalaan. Setialah, milikilah integritas. Dan ketika tiba waktunya Tuhan akan memberikan kepada kita sebuah kepercayaan yang jauh lebih besar. Baik itu digereja ini, ataupun dimasyarakat kita.
Tahun 1809 disebut sebagai tahun yang baik, sebab sejarah mencatat bahwa pada tahun itu lahir negarawan, penulis, pemikir seperti Wiliam Gladstone, Alfred Tenysson, Oliver Wendell Holmes , Charles Robert Darwin, Abraham Lincoln, yang akan menandai permulaan suatu zaman
Namun pada tahun 1809 itu tidak ada yang peduli atau memperhatikan calon orang-orang hebat diatas.  Pada tahun itu dunia hanya memusatkan perhatiannnya kepada Napoleon yang berbaris melintasi Austria, dimana kota-kota dan kampung-kampung jatuh ke dalam genggaman nya
  • Dunia pada waktu itu hanya memperhatikan Napoleon yang hendak menguasai dunia. Dan semua orang bertanya-tanya apakah Napoleon akan mengusai dunia ini?
  • Sedangkan calon-calon orang hebat yang akan mengubah dunia, yang akan menyentuh kehidupan manusia, sama sekali tidak ada yang memperhatikan
  • Tetapi walaupun dunia tidak memeprhatikan William Gladstone, Abraham Lincoln dll namun Allah memperhatikan mereka
  • Allah memakai mereka dengan luar biasa
Seandainya sdr dan saya adalah orang Yahudi yg hidup pada tahun 1020 BC, mungkin hal yang sama juga terjadi pada kita. Semua perhatian kita akan difokuskan kepada Saul, raja pertama Israel. Saul adalah titik pusat dunia Yahudi pada waktu itu. Dia memimpin negeri itu dengan keras. Namun sementara itu, ada seseorang yang tidak berarti yang sedang menjaga domba-domba ayahnya diperbukitan Yudea dekat desa Betlehem. Seorang anak lelaki yang bernama Daud yang tidak diperhatikan orang…….KECUALI ALLAH
Saya yakin bhw diantara saudara ini, ada orang-orang yang seperti Daud, yg tidak menjadi pusat perhatian, namun sedang dipersiapkan Allah untuk menjadi alat yang luar biasa ditangan Allah. Efesus 2:10